8 Tips Terbaru Membuat CV dan Resume Yang Menarik

Desain CV dan resume yang simpel

Desain resume yang bagus adalah yang eye catching tapi tetap terlihat simpel. “Jika isi adalah raja, maka desain adalah ratunya,” ujar Debra Wheatman dari Careers Done Write. Menurut Debra, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah pemakaian italic, bold, dan capslock yang digunakan untuk penekanan serta pemilihan jenis huruf yang kamu pakai.

Jenis huruf yang baik adalah huruf yang terlihat bagus baik di layar maupun di atas kertas, jadi pilih desain huruf yang modern dan coba tes dengan print di kertas dulu sebelum kamu mengirimkannya. “Saya tidak akan memilih Times New Roman, karena itu jenis huruf paling basic,” cetus Debra. 


Tambahkan halaman LinkedIn

Sepertiga bagian teratas adalah bagian paling penting dalam sebuah resume, termasuk informasi kontak kamu. Sekarang ini, dibanding menulis alamat email setelah nama dan info kontak, yang disarankan adalah menulis alamat LinkedIn kamu terlebih dahulu. Amanda Augustine, pakar karier dari TopResume menjelaskan, “Zaman sekarang, mayoritas para profesional menggunakan LinkedIn, jadi kamu tidak cukup sekadar punya profile di LinkedIn tapi juga harus membuat halaman LinkedIn milikmu bisa memperkuat resume yang kamu kirim.”

Karena itu, penting bagi kita untuk membuat halaman LinkedIn yang menarik agar kamu semakin terlihat profesional dan serius dalam berkarier.


Perhatikan jabatan yang kamu tulis

Perhatikan keyword dari jabatan yang tersedia di situs-situs lowongan kerja. Jika sebuah perusahaan mencari “Marketing Communications Director” dan kamu memenuhi kriteria yang dicari, kamu boleh saja menulis jabatan kamu seperti “Senior Manager of Marketing and Communications.” Tapi, jika kamu melamar untuk jabatan yang belum pernah kamu pegang sebelumnya, coba tulis jabatan yang lebih umum, seperti “Marketing Professional.”

Amanda menyarankan, “Saat mencari kerja, coba pikirkan ‘Apa yang ingin saya lakukan di pekerjaan berikutnya?’ Jika ingin kompetitif di dunia kerja saat ini, kita harus pandai mempromosikan diri kita sendiri.”


Deskripsi diri yang singkat dan padat

Kalimat panjang lebar tentang diri kamu adalah hal yang sudah ketinggalan zaman. Dibanding seperti menulis diary atau surat curhat, yang perlu kamu buat adalah paragraf statement yang singkat dan padat tentang kenapa kamu adalah kandidat yang tepat untuk posisi yang sedang kamu incar tersebut.




Tambahkan soft skill

Agar tidak monoton dan mudah menarik perhatian, coba padukan antara paragraf dengan bullet point dalam membuat isi resume. Saat membuat daftar skill yang kamu punya, dahulukan hard skill dengan tingkat kemahiran yang paling kamu kuasai.

Selain hard skill, beberapa soft skill yang sedang populer seperti kemampuan memimpin, negosiasi, dan komunikasi pun boleh kamu tambahkan, tapi harus tetap selektif. Tepat waktu dan sifat rajin adalah hal yang sudah sewajarnya dan tidak bisa disamakan dengan soft skill seperti kemampuan public speaking dan event planning misalnya. “Perusahaan mencari skill yang nyata. Jika mereka mencari posisi bidang teknis, mereka mungkin tak peduli seberapa aktifnya kamu dalam bergaul,” ujar Debra.


 Isi riwayat kerja yang spesifik

Dibanding menjabarkan tanggung jawab di setiap posisi yang pernah kamu tempati, perusahaan lebih peduli pada prestasi yang pernah kamu raih dan bagaimana kamu bisa melakukannya lagi di perusahaan mereka. Coba tetap spesifik dan kalau bisa, sediakan statistik yang relevan seperti total pendapatan yang pernah kamu buat, perkembangan klien yang kamu pegang, dan hal-hal kuantitatif lainnya yang menunjukkan kemampuanmu.

Tidak punya contoh yang berbasis angka? Lihat bagian skill yang kamu tulis dan pikirkan bagaimana kamu bisa membuktikan skill tersebut. Pintar bahasa asing? Sertakan bukti kemampuan bahasa itu, misalnya. 


Lebih selektif dan relevan

Semakin resume kamu terlihat ramai, semakin malas orang membacanya. Dibanding menuliskan setiap pekerjaan atau internship yang pernah kamu lakukan ke dalam selembar kertas, pilih saja jabatan atau pekerjaan yang berkaitan dengan posisi yang kamu lamar saat ini.

Cara mengetahui apakah resume terlalu ramai sebetulnya sederhana: Jika kamu merasa lelah atau bosan saat menulisnya, itu artinya resume tersebut juga akan melelahkan dan membosankan saat dibaca orang lain. Pikirkan dan pilih hal-hal yang paling relevan dengan pekerjaan yang sedang kamu incar.


Kalahkan robot pencari

Sekarang ini banyak perusahaan besar yang tidak punya waktu untuk mengecek satu per satu setiap lamaran yang masuk. Jadi mereka memakai software pencari untuk melakukan hal itu. Intinya seperti ini: Ketika kita mengunggah CV dan resume ke sebuah situs pencari kerja, sistem ATS (Applicant Tracking System) akan memindai keyword yang berkaitan dengan profesi yang kamu lamar. Fungsi utama sistem ini adalah mengeliminasi mayoritas resume yang diterima dan memudahkan HRD.

“Umumnya, lebih dari 75% kandidat akan gugur bahkan sebelum seorang manusia melihat resume mereka,” ungkap Amanda. “Jadi kita harus punya strategi untuk membuat resume yang bisa lolos dari hal itu.” 

Salah satu cara mengakalinya adalah memasukkan beberapa kata kunci, skill, atau kriteria yang dicari dari setiap lamaran kerja yang kamu incar. Jika tidak yakin kata apa yang harus dimasukkan, perhatikan kata yang paling sering muncul dalam iklan lowongan kerja tersebut, terutama dari bagian kualifikasi yang dicari. Kamu harus yakin isi CV sudah sesuai dengan apa yang mereka cari, itu adalah cara paling jitu agar CV kamu bisa benar-benar dibaca oleh mereka.




Tips lainnya

Lima Tips Memilih Model Baju Batik Kantor Bagi Wanita Karier

Sejak ditetapkan pada tanggal 2 Oktober 2010 oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia, batik semakin populer begitupun dengan permintaan yang juga meningkat. Kini, hampir di setiap perusahaan dan instansi, para pegawainya diwajibkan... Read More

7 Tips Berpakaian Saat Interview Yang Membuat HRD Terkesan

1. Hindari celana berbahan denimCelana berbahan denim atau yang dikenal dengan jeans memang nyaman dikenakan dan modis di segala suasana, kecuali interview. Untuk wawancara formal, jangan pernah datang dengan mengenakan celana seperti ini. Meski... Read More

7 Tips Persiapan Interview User dan Contoh Pertanyaannya

1. Mempersiapkan diri seperti saat interview pertamaKamu mungkin telah menunjukkan performa yang baik saat interview bersama HR. Namun, user yang akan kamu temui saat ini belum mengetahui potensi... Read More